BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 01 Juli 2011

Pertandingan Penarol




It's Cooking Time :-)

Syamsir Alam dan teman-temannya ( egi,taji,gataulagi ---___---v ). Mungkin ini saat akhir pekan,gatau juga ya... Pokoknya ini dapet dari Album foto Egi.  Dear Egi minta yapps foto-nya hwhwhw gapapa kan?? ikhlas-in aja udah gpp~ -_-V







Selasa, 07 Juni 2011

Yeeyeeyey.....

Minggu, 29 Mei 2011

Surat Terbuka Syamsir Alam: Jangan Renggut Mimpi Kami!

"Kepada yang terhormat bapak-bapak anggota PSSI,

Ini mungkin curhatan atau isi hati kami sebagai anak bangsa.

Kami baru saja ingin memetik atau mewujudkan mimpi kami. Sepakbola adalah mata pencaharian kami untuk menghidupkan keluarga kami, dan untuk mewujudkan mimpi kami bermain di Piala Dunia. Kami berlatih bersimbah keringat dan bahkan terkadang bertumpah darah pun kami alami. Tetapi sekarang kenapa ada orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya masing-masing sehingga merusak mimpi jutaan anak Indonesia.
Apakah kami pantas mendapatkan itu? Apakah ada orang yang pantas merenggut mimpi kami?
Mungkin sebagai seorang remaja muda, saya tidak mengetahui banyak hal, tetapi kenapa bapak-bapak harus berdebat sampai bercekcok mulut ketika ada kongres yang bisa menjadi sarana bagi kita bekerja sama dan bergotong royong untuk membangun sepakbola?
Padahal, kebangkitan sepakbola kita baru saja hendak dimulai. Tolong, jangan ambil mimpi kami, bapak-bapak yang saya hormati. Lihatlah ke arah kami sedikit, bayangkan jika bapak-bapak berada di posisi kami. Bayangkan betapa getirnya perasaan anak remaja yang baru saja ingin meraih mimpi, tetapi kemudian direbut oleh orang-orang yang haus kedudukan.
Kami tidak pantas mendapatkannya. Sebagian dari kami akan hidup dari sepakbola, dan jika harus begini apa yang dapat kami lakukan kelak. Barangkali bapak-bapak tidak menghiraukannya, tetapi tolonglah berpikir dengan hati nurani yang jernih. Kami sudah mengorbankan banyak hal untuk mencapai mimpi. Kami tinggalkan sekolah kami, keluarga kami, melewatkan masa-masa muda kami untuk meraih mimpi dan mengabdi kepada bangsa dan tanah air yang tercinta ini.

Sekali lagi, JANGAN RENGGUT MIMPI KAMI!"

Curhat Si Bulutangkis Pada Kawannya - Sepak Bola

Kawan, izinkan aku sekedar berbagi cerita padamu. Sebelumnya, aku minta maaf beribu kali padamu bila  membuat telingamu jadi semak dengan  resahku ini.
Beberapa tahun terakhir, aku jadi iri melihatmu yang sangat dicintai oleh hampir semua orang di negeri tempat kita bernaung ini. Negeri yang lagu kebangsaannya sering menggema di pentas dunia saat pemain-pemain kita berlaga merajut prestasi.
Kawan, kuharap dirimu tak marah karena jujur aku telah iri pada kawan sendiri. Kuberharap dirimu tak memasukkannya dalam hati. Iya, aku iri bukan karena orang-orang lebih menyukai kepopuleran yang kamu miliki saat ini. Tapi aku iri karena bos kita (pengelola olahraga) itu. Seakan-akan si bos telah mengusirku untuk segera menjauh dari pandangannya.
Kawan, tak ada maksudku untuk membanding-bandingkan jumlah trofi kejayaan yang kita bawa pulang ke negeri yang bernama Indonesia ini. Kamu pasti sudah melihatnya sendiri. Pemain-pemainku lebih sering menebar bau wangi nama negara di level internasional. Apalagi di era tahun 90-an, mendengar nama-nama pemainku saja, lawan-lawan menjadi gusar dan gemetar.
Kawan, mungkin bos kita terlalu percaya pada pemain-pemainku yang luar biasa itu. Sehingga tak perlu lagi butuh perhatian. Tak perlu kusebut satu per satu. Taufik Hidayat salah satunya, kamu pasti kenal dekat siapa dia. Saat ini dialah yang selalu menjadi ujung tombakku. Sempat aku terharu saat ia curhat ke media beberapa waktu lalu. Katanya, regenerasi bulutangkis terlambat.
Kawan, saat mengetahui informasi itu, aku semakin iri saja padamu. Ingin kuteriak sekencang-kencangnya seperti gemuruh suara penonton dalam stadion yang kamu miliki, biar bos kita tak lagi tutup mata.
Aku semakin sedih melihat realita ini. Saat kamu punya banyak cara untuk mendapatkan regenerasi pemain pengganti seniornya. Kamu punya banyak liga untuk mengasah kemampuan pemain dan menelorkan bibit-bibit baru. Mulai liga profesional hingga tingkat amatiran. Mulai dari Sabang hingga Meurauke. Bahkan mengirim anak-anak usia muda hingga ke Benua Amerika sana untuk belajar menyepakbola. Tentunya melimpah dana untuk itu kan, sedangkan aku? Ehmm, usah ditanya lagi. Tahu sendirilah  macam mana. Kalaupun kepedulian itu juga ada, hanya sebatas menggema di Pulau Jawa. Itupun belum dikelola secara sempurna.
Duhai kawanku, sepak bola. Aku tak mau bicara banyak dan berandai-andai ini itu. Pintaku cukup satu, jika kamu berjumpa sama bos kita yang memandangku kini sebelah mata, tolong sampaikan perihal kesedihanku ini. Terimakasih tak terhingga bila mau membantuku. Semoga kita bisa sama-sama membanggakan nama bangsa.
Salam olahraga!















"Uruguayan Project" Trailer

 
 Trailer del Uruguayan Project 2008
 

Presentacion de Alam Martha y Syamsir Alam.



Cesar Payovich presenta el Uruguayan Project 2008.
sumber: youtube.com